2009-11-07

Cicak, Buaya, dan Ular Kadut

Baru baca berita dari sini. Ga tahan bow. Ternyata kapolri tukang gosip.

Kenapa sekarang polisi suka banget bikin sensasi? Mulai dari SD (ini lagi masih sd bikin ulah terus), evan brimob, sekarang kapolri. Ganti aja deh jangan disebut kapolri, kabokri aja (kepala bokis RI). Polisi dari pamong praja sampi polisi sipil kok banyak banget oknumnya.

Mungkin kapolri ga tahan denger berita infotainment yang dimonopoli kisah Anang & KD. Sekali dayung dua tiga pulau terlewati, dengan menyebar gosip perhatian akan terganti. Mulai dari Anang & KD sampai cicak vs buaya.

sumber: http://bsec-2008.blog.friendster.com/2008/07/ular-kadut-ular-air/

Sekarang dibentuk tim buat pencari fakta buat jadi penengah masalah cicak buaya, nama bekennya tim 8. Tim 8 ini kayakny lebih mirip ular kadut. Tampilan serem, tapi ga berbahaya dan ga berbisa. Katanya nama-nama yang disebut di rekaman mau diperiksa. Di rekaman disebut juga nama SBY, apa SBY bakal dipanggil juga? Kan asas praduga tak bersalah dan semua orang sama di depan hukum. Bisa memanjang bisa mengkerut, itulah ular kadut.

Kalo kata Bang Benyamin Sueb di lagu jali-jali
...
ular naga diemprut selang
(ah lu kate belanda)
uler kadut, uler kadut segene gini
(segede ape bang?) (neh!)

ular naga diemprut selang, nona, nona
uler kadut, uler kadut segede gini
(kayak gede banget) (ah, lu tau kok)

...



Jadi pengen bakmi kadut di daerah harmoni. Lokasinya deket sama istana negara.


-fin-

1 comment:

  1. Kisah Cicak Vs Buaya ini seperti Epos Mahabharata Modern. Mengingat "Kurawa" yang dihadapi sangatlah besar maka mari kita dukung KPK agar alur skenario ini tidak seperti yang diharapkan sang sutradara, namun endingnya bisa seperti kisah Mahabharata yang kita ketahui bahwa si Pendawa atau KPK bisa menang melawan Kejahatan arus besar ini..

    ReplyDelete