Tiap orang kalo ditanya siapa presiden favoritnya, pasti punya pendapatnya masing-masing. Kalo gw, Soekarno dan Gus Dur. Bung Hatta juga mantab, tapi kan beliau wapres.
Pemikiran dan sikap yang rada nyeleneh yang bikin gw salut sama Gus Dur.
Salah satunya penjelasan Gus Dur di surat pembaca kompas tanggal 8/11/2009.Penjelasan Presiden Keempat RI
Berikut ini catatan Presiden keempat RI tentang tanggapan tulisan di Kompas (15/10), "Presiden Yudhoyono dan Demokrasi Mataraman", yang menyebutkan bahwa saya "lupa" (milik nggendong lali) sehingga ingin mempertahankan kekuasaan dengan membubarkan parlemen melalui Dekrit Presiden, dengan demikian akan memperpanjang kekuasaan saya.
Dalam kenyataan tidak demikian. Ketika beberapa pihak ingin menggeser posisi saya sebagai presiden, justru saya menghindardari perbenturan itu dengan meminta dua menteri mengeluarkan Dekrit Presiden, tetapi ia menolak. Karena itu, saya justru melengserkan diri dari jabatan kepresidenan ini untuk menghindari terjadi perang saudara.
Bahwa karena ketentuan hukm Islam (fiqih), bahwa seseorang dapat saja diperintahkan meninggalkan rumahnya (baca: Istana Merdeka), asal dilakukan oleh pemerintah. Karena Lurah Gambir adalah unit terkecil dari daerah di sekitar istana, saya meminta Pak Luhut Panjaitan untuk meminta surat itu.
Mungkin saja Pak Luhut tidak mengerti sepenuhnya apa yang saya maksud, ia tetap mengerjakan permintaan itu. Besok sorenya, ia serahkan kepada saya surat dari Lurah Gambir yang meminta saya untuk meninggalkan Istana Merdeka. Dari apa yang saya terangkan, jelas bahwa saya tidak pernah mempertahankan diri dari kekuasaan saya
ABDURRAHMAN WAHID
Presiden IV RI
Beda banget sama kapolri & kajagung. Tunggu perintah dari presiden, tidak sadar diri.
-fin-
2009-11-08
Gus Dur...I Love You Full
2009-11-07
Cicak, Buaya, dan Ular Kadut
Baru baca berita dari sini. Ga tahan bow. Ternyata kapolri tukang gosip. ular naga diemprut selang, nona, nona ...
Kenapa sekarang polisi suka banget bikin sensasi? Mulai dari SD (ini lagi masih sd bikin ulah terus), evan brimob, sekarang kapolri. Ganti aja deh jangan disebut kapolri, kabokri aja (kepala bokis RI). Polisi dari pamong praja sampi polisi sipil kok banyak banget oknumnya.
Mungkin kapolri ga tahan denger berita infotainment yang dimonopoli kisah Anang & KD. Sekali dayung dua tiga pulau terlewati, dengan menyebar gosip perhatian akan terganti. Mulai dari Anang & KD sampai cicak vs buaya.
Sekarang dibentuk tim buat pencari fakta buat jadi penengah masalah cicak buaya, nama bekennya tim 8. Tim 8 ini kayakny lebih mirip ular kadut. Tampilan serem, tapi ga berbahaya dan ga berbisa. Katanya nama-nama yang disebut di rekaman mau diperiksa. Di rekaman disebut juga nama SBY, apa SBY bakal dipanggil juga? Kan asas praduga tak bersalah dan semua orang sama di depan hukum. Bisa memanjang bisa mengkerut, itulah ular kadut.
Kalo kata Bang Benyamin Sueb di lagu jali-jali...
ular naga diemprut selang
(ah lu kate belanda)
uler kadut, uler kadut segene gini
(segede ape bang?) (neh!)
uler kadut, uler kadut segede gini
(kayak gede banget) (ah, lu tau kok)
Jadi pengen bakmi kadut di daerah harmoni. Lokasinya deket sama istana negara.
-fin-
2009-10-29
Nasional Samit
Temanya "Mewujudkan Indonesia Sejahtera, Adil dan Demokratis"... BAGUS
Tujuannya sebagai sarana untuk dialog dan pembahasan dengan para pihak pemangku kepentingan (stakeholders) bangsa... BAGUS
Nama kegiatannya: National Summit 2009... KATRO!!!
Acara ini diadain untuk kepentingan bangsa. Tapi untuk nama acara kenapa pake bahasa enggres. Padahal acara ini dimulai satu hari setelah peringatan Sumpah Pemuda.
Sumpah Pemuda:
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Apa penyelenggara ga tau isi Sumpah Pemuda, terutama butir ketiga. Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Yang datang juga orang-orang lokal. Ya, kalo dari antaranews bilang sih, ada juga dari kadin asing. So what...apa harus pake nama asing.
Ada kok nama alternatif yang bisa dipake. "Pertemuan Nasional", "Rapat Kerja Nasional", "Rembuk Nasional", atau biar maknyus "Kenduri Nasional" (Bondan Winarno jadi ketua). Kenapa harus bahasa enggres, biar diliat Obama keren kali.
-fin-
2009-10-15
Ketika Menteri Berfoto
Tapi apa lacur, kok Menkominfo dan Menteri pertanian emoh bergandengan tangan (liat yang dilingkari).
Kenapa mereka tidak mau bergandengan tangan?
a. Musuhan
b. Takut dikira gay
c. Pengen keliatan cool
d. Abis cebok lupa cuci tangan
e. Semua jawaban benar
(Beri tanda silang pada jawaban yang menurut Anda paling tepat)
-fin-
2009-10-05
Pendidikan Gratis
Depdiknas sepertinya kesal sama kritikan-kritikan yang masuk tentang pendidikan dasar gratis. Banyak kritik yang terdengar di khalayak umum bahwa pendidikan belum gratis, masih banyak pungutan-pungutan dan sumbangan-sumbangan. Sampe-sampe Mario Teguh kukuh berlapis baja ungkapin perasaan ga senengnya sama iklan pendidikan gratis, "Cabut iklan itu! Saya sedang tidak bercanda."
So, apa yang dilakukan depdiknas? Bikin iklan versi baru, yang isinya pembelaan terhadap semua pungutan dan sumbangan dengan tambahan embel-embel sukarela demi kepentingan bersama. Bujug dah Pak Menteri, ora mudeng. Bilangnya pendidikan gratis, tapi ada sumbangan dan pungutan, ya jadinya ga gratis. Kalau dibilang pendidikan gratis, dibayangan orang-orang secara umum berarti tinggal pengeluaran untuk ongkos tranportasi dan uang makan anak aja dong yang ditanggung orang tua. Lagian kenyataan di lapangan ga tuh. Sumbangan dan pungutan ga ada yang sukarela, tapi adanya dukarela alias WAJIB. Kalau ga bayar ya ga boleh sekolah. Beberapa kasus pernah masuk berita di tipi. Pas udah masuk tipi, langsung kepala sekolahnya ngeles, "ga bener itu buktinya anaknya udah sekolah." Malu sih, udah masuk tipi kasusnya.
Pak Menteri, ga usah malu kalau emang belum bisa kasih pendidikan gratis, tapi usahain pendidikan murah aja. Kan lebih realistis dan masyarakat juga lebih bisa terima. Mudah-mudahan penambahan anggaran pendidikan dari 201T jadi 209T bisa Meringankan beban biaya pendidikan. Jangan dipolitisir ya oom menteri, karena tetep aja 20% dari APBN dan itu wajib hukumnya menurut UUD'45.
Hari gini nyari yang gratis-gratis susah, boong semua. Dari provider telepon seluler sampai depdiknas, tuti (tukang tipu).
-fin-
